Hal Yang Takterduga Saat Mengikuti Jumatan UKKH

Salah satu kegiatan unik yang kami lakukan segenap keluarga UKKH Stikom Surabaya yaitu kegabutan pada jumaatan, tentu saja kita semua tahu di jawa ini ketika pelaksanaan jumaatan kami berkumpul untuk mempererat kekeluargaan anatara sesama mahasiswa hindu. Dalam kegitan tersebut juga bisa terbilang sedikit lucu karena dikarena kegabutan(tidak punya kerjaan :V).

Namun faktanya meskipun kami sering tidak mempunyai kerjaan dan sering melakukan hal hal aneh yang membantu kami lebih cepat akur satu sama lain dan tumbuhnya rasa kekeluargan didalam UKM ini.

 

BTW :V maaf karena saya masih admin baru jadinya gak tau ngasi postingan apa hehe..!

Hindu bukanlah agama budaya

            Dalam sebuah buku perbandingan agama, pernah ditemukan pernyataan bahwa agama Hindu itu adalah agama budaya, benarkah seperti itu adanya? Bisa diduga bahwa penulis buku perbandingan agama dimaksud adalah orang yang belum tahu tentang hakikat kebenaran agama Hindu. Ia tampaknya mencoba mengulas agama Hindu secara subjektif dan cenderung chauvinis. Artinya ketika menguraikan perihal Hindu, ia menggunakan kriteria agamanya sebagai tolak ukur dan secara sepihak menempatkan agamanya sebagai “yang paling mutlak benar”.

            Dapat dijelaskan bahwa agama Hindu sebagaimana halnya agama-agama resmi lainnya yang diakui keberadaannya adalah juga agama wahyu yaitu suatu agama yang ajaran-ajarannya diturunkan oleh Tuhan Yang Maha Esa melalui perantara para maharsi. “Mantras drstah iti raih” adalah sebait kata yang tersurat dalam pustaka suci yang menegaskan bahwa “yang menerima wahyu Tuhan itu tidak lain adalah para rsi”.

          Jadi apa yang dikatakan orang bahwa agama Hindu itu adalah agama budaya (agama buatan manusia/hasil pemikiran manusia) itu salah. Yang benar, Hindu bukanlah agama budaya. Pelaksanaan ajaran agama Hindu yang bersifat “Daiwi Wak” (sabda Tuhan) itu adalah melalui “budaya agama”. Suatu istilah untuk menggambarkan bahwa umat Hindu dalam merealisasikan bhaktinya kepada Hyang Widhi diekspresikan melalui simbol-simbol budaya. Contoh : pura dengan arsitektur tradisional Bali, upakara bebanten, seni tari (wali), seni sastra (itihasa dan purana), dan banyak lagi yang kesemuanya adalah bentuk-bentuk visualisasi ajaran agama Hindu yang begitu kental nuansa budayanya (Bali/Nusantara/India).

            Masalahnya sekarang orang hendaknya tidak melihat keberadaan agam hindu hanya dari bagian kulit luar saja, sehingga muncul pandangan sempit bahwa agama Hindu itu adalah agama budaya. Lihat, simak dan selamilah agama Hindu dari keutuhan kerangkanya yang dibangun atas tiga bagian yaitu tattwa (filosofi), etika (perilaku kesusilaan), dan Yajna (upakara dan upacara). Dengan berpijak pada pola piker objektif, utuh dan niat yang murni diyakini tidak akan lahir karya-karya tulisan yang justru mengingkari kemahakuasaan Tuhan dalam mewahyukan ajaran-ajaranNya melalui agama-agama yang berbeda-beda nama dan cara mencapaiNya.

Referensi :

Widana, I Gusti Ketut. 2001. Hindu Berkiblat ke India ? dan Pertanyaan Lain Tentang Hindu. PT BP, Denpasar.